Film
ini mengambil latar keadaan dunia pasca perang senjata kimia. Konflik antar
kelas, seperti sinyalir Karl Marx di mana kaum kaya bertarung dengan kaum buruh
terasa betul dalam film ini. Di sini bisa ditemukan dengan mudah pertentangan
kelas menengah ke atas yang tinggal di United Federation of Britain (UFB) dan
kelas buruh yang menetap di The Colony (Australia saat ini). Hanya dua wilayah
inilah yang tersisa untuk ditinggali. Akibatnya daerah ini menjadi padat
penduduk yang memicu pertentangan. Kesenjangan sosial semakin nyata. Tapi meski
situasi makin memburuk, tidak banyak yang berani mempertanyakan keadaan ini.
Hanya segelintir pemberontak yang berjuang untuk kesetaraan. Kelompok ini
dipimpin oleh Matthias (Bill Nighy) yang misterius. Sementara beberapa oknum
UFB menjadi jongos kaum kaya. Oknum UFB ini berusaha memberantas penduduk The
Colony agar mereka bisa membangun ulang wilayah tersebut untuk melayani
penduduk kaya. Ada pula Douglas Quaid (Colin Farrell), seorang buruh pabrik
robot, yang kerap meragukan kebahagiaan dan kepuasan dirinya sendiri. Setiap
malam ia bermimpi tentang dirinya dan seorang wanita yang tidak ia kenal sedang
melarikan diri dari polisi federal. Namun dalam setiap mimpi ia tertangkap dan
terbangun. Dalam upaya menghibur diri, Douglas mencari kesenangan maya dengan
datang ke sebuah fasilitas pemberi ilusi bernama Rekall. Di sana ia membeli
sebuah serum ilusi untuk menjadi agen rahasia ganda, baik untuk UFB dan
kelompok pemberontak. Namun, sebelum ia sempat mulai berilusi, segerombolan
polisi datang menyergap tempat tersebut, dan hebatnya Douglas berhasil membunuh
mereka semua. Douglas semakin mempertanyakan apa yang terjadi. Mengapa
tiba-tiba dia disergap. Bagaimana ia bisa mengalahkan polisi-polisi tersebut
dengan mudah? Apakah ini nyata atau mimpi? Dan pertanyaan terpenting adalah
siapa ia sesungguhnya?
Posting Komentar